KTP Juga Menjadi Sumber Masalah Di Negeri Ini
Saya termasuk orang yang pernah memiliki KTP lebih dari satu. Mengapa hal itu sampai terjadi? bukan karena untuk penggelembungan suara pilpres, pilkada, atau pilpil yang lainnya. Dulu waktu saya masih kuliah di Bandung, saya ingin membuka rekening BCA di sana. Tapi keinginan saya ditolak oleh pihak Bank karena KTP saya bukan KTP Bandung, alhasil saya harus nunggu sampai mudik untuk membuka rekening BCA.
Kejadian berikutnya ketika saya berada di Serang. Suatu saat saya harus membuat kartu kuning untuk melamar pekerjaan, eh saya juga ditolak karena KTP nya bukan KTP Serang. Kejadian ini membuat saya trauma ketika mau ngurus sesuatu di daerah bukan di tempat yang tertera di KTP. Dan alhasil saya pun terpaksa membuat KTP baru untuk menyesuaikan tuntutan lokal daerah.
Yang menjadi pertanyaan saya, begitu rumitkah urusan di negeri ini? Saya pernah melihat poster yang bertuliskan “Satu Orang Satu KTP, melanggar didenda!” Apa benar hanya perlu satu KTP untuk menghadapi segala urusan di negeri ini? bila memang benar alangkah bagusnya, tapi ya itu… Apa benar seperti itu? apakah saya bisa menggunakan KTP Bangkalan untuk membeli properti di Jakarta misalnya? atau bisakah saya membuka rekening Bank di Samarinda dengan memperlihatkan KTP non Samarinda? Apakah saya Bisa menggunakan KTP Medan untuk membeli kendaraan di Surabaya? Apakah bisa begitu saudara-saudara sekalian?
Popularity: 55% [?]



namanya juga indonesia.. semua serba tak jelas namun terlihat.
BULE BULE aja cuman tahu nya
INDONESIA = JAKARTA
BALI = BALI tidak menyebutkan indonesianya
nanti kalo mesin mesin tua penguasa negri ini dah musnah baru lah negara ini aman, kalo dah masuk generasi muda.
KTP kan sumber duit pak. walau dikit dapat nya tapi banyak masukkan nya.
Saia saja bikin ktp resmi di belit belit.
dah itu umur nya ktp cuman 3 tahun.
setelah abis masanya, saia komplain dan dijadikan lah 5 thn, didepan kecamatan ada tulisan poster GRATIS PEMBUATAN KTP.
tapi keadaannya yg ndak gratis, contohnya :
antri mau photo
- saya dah antri ambil nomer urut, saya liad ada kotak box untuk tempat duit, ada yg kasi dan ada yg tidak, mulai dari tidak ngasi, ngasi seribu dua ribu danseterusnya, Saia ambil cara curang, saia kasihkan 20.000, dan ternyata pas saia duduk di kursi antrian ndak sampek 5 minit saia di panggil, dan orang yg antri di depan saia tadinya lom di panggil.
Itu lah manusia indonesia, termasuk saia juga
BTW > di mana posisi pak ? dah jadi bupati serang apa bupati bangkalan
aku bupati di facebook http://www.facebook.com/alhilal