Mengapa Detikcom Itu ‘Evil’?
Saya selalu ingat apa yang dijadikan Google sebagai motto perusahaannya: “Don’t be evil”. Saya tidak begitu mempelajari apa sebenarnya maksud dari motto itu, namun sepemahaman saya dari baca-baca berita di internet, Google tidak akan melakukan hal-hal yang tidak mengenakkan penggunanya. Bagi Google kenyamanan pengguna adalah nomor satu. Dan saya rasakan itu setiap saat ketika menggunakan layanan dari Google termasuk Google search-nya sendiri, Gmail, Google News, iGoogle, dll.
Jadi apa hubungannnya dengan detikcom? Begini, layanan lokal yang paling sering saya akses selama ini adalah detikcom sedangkan layanan dari luar yang paling sering saya akses adalah Google. Nah karena itu semua ketidaknyamanan dalam mennggunakan layanan tersebut menjadi sangat penting bagi saya. Saya sangat puas dengan Google namun sebaliknya dengan detikcom. Meskipun saya puas dalam membaca informasi berita-beritanya yang sangat up-todate dan cepat, namun dalam hal kenyamanan sangatlah menyebalkan. Hal-hal yang menyebalkan tersebut antara lain:
1. Link dari artikel di halam utama (detik.com), tidak langsung ke artikel sisanya namun ke halaman utama kategori berita dari artikel tersebut .
2. Kadang-kadang muncul iklan popup yang sangat mengganggu.
3. Kalau koneksi internet saya lagi lambat, yang keluar hanya iklan doang sedangkan isi berita/artikelnya gak nongol-nongol padahal kan lebih ringan teks daripada gambar ![]()
4. (bersambung)
Pis..!



